Buku tamu    |    Kontak
 
 
     

REKOMENDASI PROGRAM

BERDASARKAN 7 SASARAN MANFAAT

  1. Pengelolaan limbah padat/sampah pada pemukiman dengan menyediakan TPSA yang jauh dari danau.
  2. Penerapan sistim pembuangan limbah MCK agar tidak masuk langsung kedalam danau.
  3. Penyuluhan kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan deterjen.
  4. Pengelola Hotel & Rumah Makan wajib melakukan pengelolaan limbah dan memberlakukan sanksi bagi hotel dan rumah makan yang membuang limbah langsung ke danau.
  5. Mewajibkan industri-industri mengolah limbahnya. Memberlakukan AMDAL & UKL - UPL terhadap industri dan hotel sesuai ketentuan yang berlaku.
  6. Pemkab membuat mekanisme dan tatalaksana penanganan limbah dan sampah disekitar Danau Toba.
  7. Pengawasan dan pembatasan penggunaan pakan dan pestisida pada KJA.
  8. Pengkajian daya dukung perairan Danau Toba untuk kegiatan budidaya perikanan.
  9. Pengkajian dampak pencemaran kegiatan budidaya perikanan terhadap kualitas perairan dipinggiran danau, untuk menentukan kepadatan keramba yang optimal dan tidak menimbulkan pencemaran yang signifikan.
  10. Mengarahkan pengembangan budidaya perikanan pada zona potensial yang dianjurkan tetapi tidak menimbulkan dampak negatif terhadap pemanfaatan air sebagai sumber air minum.
  11. Membina masyarakat petani di DTA untuk melakukan usahatani yang konservatif, terutama pada lahan peka erosi dan lereng curam dengan cara menerapkan pengendalian hama terpadu (PHT) untuk mengurangi pestisida.
  12. Penanganan/pembersihan eceng gondok diseluruh perairan Danau Toba.
  13. Pengkajian pemanfaatan eceng gondok dalam kegiatan industri rumah tangga guna meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus pengendalian eceng gondok.
  14. Pengembangan sistim monitoring kualitas air danau dengan menetukan parameter kualitas air sebagai indikator, cara, metode pengamatan dan lokasi pengamatan pada lokasi-lokasi sumber stressor.
  15. Penataan kawasan pariwisata di kawasan Danau Toba berbasis lingkungan.
  16. Membuat aturan hukum tentang struktur bangunan hotel dengan memperhitungkan koefisien dasar bangunan yang sesuai.
  17. Menetapkan batas perairan yang diperkenankan untuk pembangunan hotel.
  18. Pendeliniasian & penetapan kawasan-kawasan rawan bencana longsor dan erosi di DTA yang perlu pengamanan dari pembukaan hutan serta dihindarkan dari berbagai jenis kegiatan budidaya.
  19. Merehabilitasi kawasan-kawasan lindung yang rusak pada DTA melalui penghutanan kembali.
  20. Melaksanakan pengamanan dan monitoring yang intensif terhadap pemukiman yang berada dekat atau didalam kawasan-kawasan rawan longsor.
  21. Pendeliniasian dan penetapan kawasan-kawasan yang berfungsi sebagai kawasan lindung (hutan lindung, kawasan resapan, sempadan mata air, sempadan sungai), pada DTA yang harus dilindungi dan diamankan dari pembukaan hutan dan dari berbagai jenis kegiatan budidaya.
  22. Mengembangkan usaha pengelolaan secara konservatif terhadap lahan pertanian yang ada di kawasan lindung dan rawan bencana serta lahan pertanian yang berada pada lokasi yang potensi erosinya tinggi dengan kemiringan 25 – 40%.
  23. Mengembangkan pola penggembalaan ternak yang konservatif serta pengelolaan kotoran ternak agar tidak mencemari sungai dan danau.
  24. Pengendalian & pengawasan pemanfaatan lahan gambut sehingga dampak negatifnya terhadap kawasan Danau Toba dapat ditekan.
  25. Perlindungan terhadap kawasan gambut yang mempunyai kedalam 3 meter (sesuai Keppres 3/1990, termasuk hutan lindung).
  26. Pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui penyadaran masyarakat.
  27. Menetapkan program pengembangan budidaya rumput makanan ternak untuk memenuhi pakan ternak.
  28. Pengembangan prasarana dan sarana wisata kedepan (jalan, hotel, rumah makan) pada lahan-lahan yang sesuai kemampuannya, dihindari kawasan-kawasan rawan erosi/longsor.
  29. Inventarisasi tipe-tipe habitat daratan serta kondisinya yang terdapat di DTA Danau Toba.
  30. Inventarisasi keanekaragaman dan kelimpahan flora dan fauna pada setiap habitat, baik perairan maupun darat kawasan Danau Toba.
  31. Identifikasi jenis/spesies flora-fauna endemik dan atau dilindungi dan kelimpahannya pada tipe habitat perairan dan daratan.
  32. Mengkaji pengaruh berbagai kegiatan yang mengakibatkan kerusakan habitat terhadap keberadaan flora-fauna terutama pada jenis endemik dan atau dilindungi.
  33. Mempelajari sifat-sifat perkembangan setiap jenis flora dan fauna eksotik introduksi kedalam habitat perairan dan daratan ekosistem kawasan Danau Toba.
  34. Mengkaji dampak masuknya berbagai jenis flora-fauna eksotik kedalam habitat terhadap keberadaan jenis-jenis endemik atau dilindungi.
  35. Mencegah pengkonversian atau pembukaan hutan habitat jenis flora-fauna darat endemik dan atau dilindungi
  36. Mencegah pencemaran dari berbagai kegiatan manusia di KDT yang menurunkan kualitas habitat perairan Danau Toba.
  37. Habitat daratan yang memiliki keanekaragaman flora-fauna yang tinggi dan menjadi habitat penting bagi berbagai jenis flora-fauna endemik dan atau dilindungi dijadikan kawasan konservasi.
  38. Habitat daratan dan perairan/sungai-sungai di KDT yang memiliki keanekaragaman flora-fauna yang tinggi dan menjadi habitat penting bagi berbagai flora-fauna endemik dan atau dilindungi dijadikan sebagai kawasan konservasi.
  39. Merehabilitasi kawasan-kawasan hutan yang rusak (padang rumput, lahan terbuka) pada DTA melalui penghutanan kembali.
  40. Pengembangan sistim monitoring terhadap kualitas udara sebagai indikator, cara/metode pengamatan dan lokasi pengamatan berdasarkan sumber stressor.
 

Medan, Juni 2006
Badan Koordinasi Pengelolaan Ekosistem Kawasan Danau Toba

 
 

OTORITA ASAHAN

 
Otorita Asahan Republik Indonesia @2008
Jl. Gatot Subroto Kav. 8 no. 67, Telp. (021) 5252466, Fax. (021) 5251763