Buku tamu    |    Kontak
 
 
     
Sejarah dan proses terbentuknya LTEMP
  • Pada medio tahun 2001, Bapedaldasu dan Lembaga Penelitian ITB, melakukan pertemuan/rapat pengkajian tehnis pemanfaatan sumber daya alam dan pengelolaan lingkungan hidup Kawasan Danau Toba, yang antara lain menghasilkan suatu komitmen perlunya penyusunan pedoman umum pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup di Kawasan Danau Toba.
  • Pertemuan Bapedaldasu dan ITB tersebut di tindak lanjuti dengan rapat koordinasi/sosialisasi pengendalian kerusakan tata air dan sumber daya alam Kawasan Danau Toba yang dilangsungkan pada tanggal 20 – 31 Oktober 2001 di Tarutung, tanggal 1 – 2 Nopember 2001 di Parapat dan tanggal 9 – 10 Nopember 2001 di Tuktuk – Pulau Samosir, dengan tujuan mencari bentuk Pengelolaan Kawasan Danau Toba.
  • Pada awal 2002, di Tuktuk – Pulau Samosir, diadakan pertemuan/rapat antara Bapedaldasu – YPSDT – Para Bupati Kawasan Danau Toba dan masyarakat yang menghasilkan kesepakatan pembentukan Badan Koordinasi Pelestarian Ekosistem Kawasan Danau Toba ( BKPEKDT).
  • Tanggal 26 Januari 2002 di Medan, dilangsungkan pertemuan antara Pemprovsu dengan Instansi terkait dan Para Pakar, tentang pembahasan konsep pembentukan BKPEKDT.
  • Gubernur Sumatra Utara dengan SK No. 062.05/245/K/Tahun 2002 tanggal 2 Mei 2002, membentuk Badan Koordinasi Pelestarian Ekosistem Kawasan Danau Toba (BKPEKDT).
  • Pada tanggal 4 Nopember 2002, di Bapedaldasu dilangsungkan pertemuan antara BKPEKDT dengan Otorita Asahan, dalam rangka mengintrodusir Lake Toba Ecosystem Managament Plan ( LTEMP).
  • Pada bulan September 2002 sampai Mei 2003, Badan Koordinasi Pelestarian Ekosistem Kawasan Danau Toba ( BKPEKDT ) bersama dengan Otorita Asahan mengadakan rapat/pertemuan untuk menetapkan visi/misi, tujuan dan sasaran Rencana Pengelolaan Ekosistem Danau Toba/ Lake Toba Ecosystem Management Plan.
  • Pada bulan September 2003, Gubernur Sumatera Utara selaku Ketua Badan Pengarah BKPEKDT memberikan arahan kepada Stake holders, Pempropsu, Pemkab di Kawasan Danau Toba dan Otorita Asahan serta dan para Pakar untuk menindaklanjuti LTEMP tersebut dalam rangka memfasilitasi upaya pengelolaan ekosistem Kawasan Danau Toba.
  • Pada tanggal 16 Januari 2004, Gubernur Sumatera Utara/Ketua Badan Pengarah BKPEKDT memberikan arahan kepada Ketua Otorita Asahan dan BKPEKDT agar menyelenggarakan workshop dan Summit LTEMP untuk menghasilkan KONVENSI dan Dokumen LTEMP.
  • Pada tanggal 10 - 11 Pebruari 2004, di Hotel Grand Angkasa Medan dilangsungkan workshop pengelolaan EKDT yang menghasilkan kesepakatan tentang Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Pengelolaan Ekosistem Kawasan Danau Toba untuk dikembangkan menjadi Konvensi dan Dokumen Lake Toba Ecosystem Management Plan (LTEMP)
  • Pada tanggal 26 – 27 Mei 2004 di Parapat, dilangsungkan pertemuan antara Pempropsu, Pemkab di Kawasan Danau Toba, Otorita Asahan dan Para Pakar, untuk merumuskan rencana pertemuan puncak pengelolaan Ekosistem Kawasan Danau Toba.
  • Pada tanggal 6 Juni 2004 di Parapat, dilakukan penandatanganan Deklarasi dan Kesepakatan Pengelolaan EKDT / Lake Toba Ecosystem Management Plan (LTEMP) oleh Para Pemangku Amanah yang terdiri dari Gubernur Sumatra Utara dan Ketua DPRD Sumatra Utara, Ketua Otorita Asahan, para Bupati/Walikota dan Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Kabupaten Dairi, Kabupaten Karo, Kabupaten Samosir, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Toba Samosir, dan Kota Tanjung Balai, yang disaksikan oleh Presiden Republik Indonesia, Ibu Megawati Sukarnoputri.
 

OTORITA ASAHAN

 
Otorita Asahan Republik Indonesia @2008
Jl. Gatot Subroto Kav. 8 no. 67, Telp. (021) 5252466, Fax. (021) 5251763