Buku tamu    |    Kontak
 
 
     
Latar Belakang

Otorita Asahan dibentuk berdasarkan Kepres No.5 tahun 1976 sebagai Badan yang bertugas mewakili Pemerintah dan bertanggungjawab atas kelancaran pembangunan dan pengembangan Proyek Asahan.

Dalam melaksanakan tugasnya, Otorita Asahan bertanggungjawab kepada Presiden melalui Badan Pembina yang diketuai Menko Perekonomian dengan anggota terdiri dari Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Pertambangan, Menteri Perindustrian, Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Gubernur Sumatera Utara, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Proyek Asahan adalah proyek yang memanfaatkan air Danau Toba yang mengalir melalui Sungai Asahan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Siguragura dan Tangga di Kab. Toba Samosir, dengan kapasitas 604 MW yang digunakan untuk Pabrik Peleburan Aluminium (PPA) dengan kapasitas 225.000 ton aluminium ingot per tahun di Kuala Tanjung, Kab. Batubara.

Dasar pelaksanaan Proyek Asahan adalah Master Agreement antara Pemerintah RI dengan Investor Jepang yang ditandatangani pada tanggal 6 Januari 1976 di Tokyo, Jepang.

Sebagai pelaksanaan dari Master Agreement, pada tanggal 6 Januari 1976 didirikan PT. Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) yang merupakan badan usaha untuk membangun dan mengoperasikan Proyek Asahan. Pembangunan fisik dimulai tahun 1977 dan beroperasi mulai tahun 1983. Sesuai dengan Perjanjian Induk, masa operasional PT. INALUM adalah 30 tahun yang terhitung mulai tanggal 1 November 1983 sampai dengan 31 Oktober 2013, selanjutnya Perpanjangan operasi PT. INALUM akan dirundingkan oleh Pemerintah Indonesia dengan pihak Jepang, 3 tahun sebelum berakhirnya Master Agreement.Sesuai dengan hasil perundingan Indonesia dengan Jepang yang telah dilaksanakan sejak 18 Februari 2011, PT. Inalum telah sepenuhnya menjadi milik Indonesia dimana penandatanganan pegakhiran MA telah dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2013 oleh Menteri Perindustrian mewakili Tim Perunding Indonesia dan NAA mewakili Investor Jepang. Penyerahan saham NAA kepada Indonesia telah dilaksanakan pada 19 Desember 2013 dari NAA kepada Menteri BUMN selaku kuasa pmegang saham Indonesia.

 
Otorita Asahan Republik Indonesia @2008
Jl. Gatot Subroto Kav. 8 no. 67, Telp. (021) 5252466, Fax. (021) 5251763