Buku tamu    |    Kontak
 
 
     
 
Otorita Asahan Mempersiapkan 51 Program di Sumatera Utara Dengan Biaya Rp. 66.675.000.000


Wakil Ketua Otorita Asahan DR. Henry B.L. Toruan didampingi oleh Kepala Biro Pengawasan Operasi Otorita Asahan Ir.P.S.M.L. Tobing, tanggal 18 Juni 2009 di Medan menjelaskan bahwa pada tahun 2009 ini Otorita Asahan telah menyiapkan 51 program yang terkait dengan konservasi, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan infrastruktur perdesaan di 10 (sepuluh) Kabupaten/Kota DTA Danau Toba, DAS Asaham dan Wilayah Strategis Proyek Asahan (WISPA).

Dalam pelaksanaan program tersebut Otorita Asahan akan bermitra dengan 10 (sepuluh) Kabupaten/Kota yaitu Tobasa, Samosir, Humbahas, Tapanuli Utara, Simalungun, Karo, Dairi, Asahan, Batubara, dan Tanjung Balai. Untuk program tahap pertama yang akan dimulai bulan Juli 2009 ada 23 (dua puluh tiga) program dengan biaya Rp.16.531.778.000 selanjutnya ada 28 (dua puluh delapan) program yang sedang dipersiapkan dengan biaya Rp.50.143.222.000. Secara keseluruhan ada 51 (lima puluh satu) program dengan total biaya Rp. 66.675.000.000. Biaya yang dianggarkan untuk program konservasi, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan infrastruktur perdesaan berasal dari dana lingkungan (Environmental Fund) diambil 90 % dari margin atas penjualan aluminium di pasar domestik.

Otorita Asahan menyadari bahwa dana yang akan disalurkan tersebut hanyalah sebagian kecil yang dibutuhkan oleh masyarakat oleh karena itu Otorita Asahan akan selalu berusaha untuk mengedepankan unsur-unsur transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap kegiatannya.
Di dalam pelaksanaan program Otorita Asahan tahun 2009-2010 ini Otorita Asahan mengajak mitra kerjanya dari unsur Pemkab/Pemkot untuk berperan sebagai pelayan masyarakat (civil servant). Otorita Asahan juga menjalin keja sama dengan BPKP sebagai mitra kerja dalam hal perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan termasuk audit kinerja berkala atas program yang dilaksanakan. Otorita Asahan juga akan melibatkan lembaga-lembaga independen seperti universitas, dan lembaga-lembaga kajian yang kredibel untuk melakukan evaluasi akhir terhadap program yang telah dijalankan sehingga dapat dilakukan perbaikan dan penyempurnaan.

Seluruh kegiatan program konservasi, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan infrastruktur perdesaan akan melibatkan kelompok masyarakat (Pokmas). Pokmas inilah yang akan memulai seluruh rangkaian kegiatan setelah disepakati terlebih dahulu. Secara teknis, Pokmas akan dibantu oleh Tenaga Pendamping Teknis (TPT) dan disupervisi oleh Kelompok Kerja (Pokja). Pokja ini terdiri dari unsur Pemkab/Pemkot, tokoh masyarakat, dan Otorita Asahan.

index

 
Otorita Asahan Republik Indonesia @2008
Jl. Gatot Subroto Kav. 8 no. 67, Telp. (021) 5252466, Fax. (021) 5251763