Buku tamu    |    Kontak
 
 
     

KONSERVASI

Pada tanggal 3 Maret 2002, Otorita Asahan bersama Pemerintah Kabupaten Asahan, Dairi, Karo, Simalungun, Tapanuli Utara dan Toba Samosir menandatangani Nota Kesepahaman untuk melaksanakan langkah-langkah Konservasi dan Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat di Kawasan Danau Toba dan Wilayah Strategis Proyek Asahan. Dalam melaksanakan Program Konservasi, Otorita Asahan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemda Kabupaten/Kota sekitar Ekosistem Danau Toba dan Badan Koordinasi Pengelolaan Ekosistem Kawasan Danau Toba (BKPEKDT).

Program Konservasi Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba – Otorita Asahan difokuskan pada reboisasi (penghijauan kembali) dan reforestari (penghutanan kembali), melalui kegiatan pembibitan dan penanaman pohon, serta program-program lain yang berkaitan langsung dengan upaya memperkuat daya tangkap air, daya tahan air, terjaganya kualitas air dan terjaganya keseimbangan neraca air di DTA Danau Toba.

Dari total lahan kritis di DTA Danau Toba seluas 87.303 ha, diantaranya seluas 29.121 ha, dikategorikan sebagai lahan sangat kritis (BKPEKDT)

Otorita Asahan menerapkan ecosystem based management (manajemen berbasis Ekosistem), dimana program diarahkan untuk mencapai sasaran pelestarian alam dengan tetap memperhatikan kebutuhan ekonomi masyarakat yang hidup di dalamnya.

Pada tahun 2002/2003, Otorita Asahan telah melakukan upaya konservasi DTA kawasan Danau Toba dengan melakukan penanaman pohon seluas 50 Ha di Kabupaten Dairi, dan seluas 50 Ha di Kabupaten Toba Samosir.

Pada tahun 2003/2004, Otorita Asahan telah melakukan upaya konservasi DTA kawasan Danau Toba dengan melakukan penanaman pohon seluas 50 Ha di Kabupaten Tapanuli Utara, dan seluas 50 Ha di Kabupaten Karo.

Pada tahun 2004/2005, Otorita Asahan telah melakukan upaya konservasi DTA kawasan Danau Toba dengan melakukan penanaman pohon seluas 70 Ha di Kabupaten Dairi, 65 Ha di Kabupaten Tapanuli Utara, 90 Ha di Kabupaten Toba Samosir, 36 Ha di Kabupaten Karo, 50 Ha di Kabupaten Samosir, dan 70 Ha di Kabupaten Humbang Hasundutan, serta melakukan pemeliharaan tanaman seluas 50 Ha di Kabupaten Dairi, 10 Ha di Kabupaten Toba Samosir, 40 Ha di Kabupaten Samosir, dan 50 Ha di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Pada tahun 2006/2007, Otorita Asahan telah melakukan upaya konservasi DTA kawasan Danau Toba dengan melakukan penanaman pohon seluas 40 Ha di Kabupaten Dairi, 30 Ha di Kabupaten Simalungun, 30 Ha di Kabupaten Tapanuli Utara, 51 Ha di Kabupaten Toba Samosir, 20 Ha di Kabupaten Karo, 50 Ha di Kabupaten Samosir, dan 30 Ha di Kabupaten Humbang Hasundutan, serta melakukan pemeliharaan tanaman seluas 42 Ha di Kabupaten Dairi, 60 Ha di Kabupaten Tapanuli Utara, 80 Ha di Kabupaten Toba Samosir, 50 Ha di Kabupaten Samosir, dan 55 Ha di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Pada tahun 2009/2010, Otorita Asahan telah melaksanakan penanaman pohon seluas 30 Ha di Kabupaten Tapanuli Utara,masing-masing di Kecamatan Muara 15 Ha, Kecamatan Siborongborong 10 Ha, dan Kecamatan Sipahutar 5 Ha.

Pada tahun 2010/2011, Otorita Asahan telah melaksanakan penanaman sebanyak 14.184 batang pohon buah-buahan di Kabupaten Asahan, masing-masing di Kecamatan Teluk Dalam 2.187 batang, Kecamatan Simpang Empat 4.397 batang, Kecamatan Pulau Rakyat 760 batang, Kecamatan Aek Sonsongan 760 Batang, dan Kecamatan Rahuning 6.080 batang, serta penanaman pohon seluas 10 Ha di Kecamatan Muara,Kabupaten Tapanuli Utara.

Pembangunan sarana kebersihan dan lingkungan hidup terdiri dari:

  • Kabupaten Tapanuli Utara sebanyak 10 unit Tempat Pembuangan Sampah (TPS), dan penyediaan sarana himbauan/informasi tentang pelestarian lingkungan yang berupa pembuatan stiker sebanyak 5.000 lembar.

Pada tahun 2011/2012, Otorita Asahan telah melaksanakan penanaman pohon seluas 55.5 Ha masing-masing 50 ha di Kecamatan Uluan Kabupaten Toba Samosir, 3 ha di Kecamatan Pintupohan Meranti Kabupaten Toba Samosir, dan 2,5 ha di Kecamatan Harian Kabupaten Samosir.

Pembangunan sarana kebersihan dan lingkungan hidup terdiri dari:

  • Kabupaten Humbang Hasundutan sebanyak 5 unit Tempat Pembuangan Sampah (TPS), 89 unit tong sampah, dan 1 unit dump truck.
  • Kabupaten Tapanuli Utara sebanyak 250 tong sampah, dan penyediaan sarana himbauan/informasi tentang kebersihan dan pelestarian lingkungan yang berupa pembuatan pamflet sebanyak 20 unit.
  • Kabupaten Batubara sebanyak 10 unit Tempat Pembuangan Sampah (TPS), 90 unit tong sampah, 3 unit bak amrol, 2 unit betor sampah, 3 paket taman terbuka hijau, 1 paket perbaikan lampu jalan, 1 paket pembersihan saluran air, dan 1 paket tanaman penghijauan (penanaman 7.636 batang mahoni).
  • Kabupaten Simalungun sebanyak 1 unit dump truck, 2 unit mesin pencacah sampah, dan 19 unit gerobak sampah.
  • Kabupaten Toba Samosir sebanyak 62 unit tong sampah, 5 unit septic tank, dan 1 unit kamar mandi.

Pada tahun 2012, Otorita Asahan telah melaksanakan penanaman sebanyak 2.000 batang pohon Enau di sepanjang jalan Baktiraja-Muara, Kabupaten Humbang Hasunsutan, penanaman sebanyak 6.000 batang pohon kayu-kayuan dan buah-buahan di Kecamatan Bonatua Lunasi, Kabupaten Toba Samosir, serta telah melaksanakan penanaman pohon seluas 48 Ha masing-masing 23 ha di Kecamatan Sianjur Mula-Mula, Kabupaten Samosir, dan 25 ha di Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir.

Pengadaan sarana kebersihan dan lingkungan hidup terdiri dari:

  • Kabupaten Toba Samosir sebanyak 3 unit dump truck pengangkut sampah, dan 1 unit mobil tangki penyedot tinja.
 
Otorita Asahan Republik Indonesia @2008
Jl. Gatot Subroto Kav. 8 no. 67, Telp. (021) 5252466, Fax. (021) 5251763